Selasa, 25 Juni 2013
Tugas 5 Bahasa Indonesia
Nama : Fikri Ramadhan
No.Reg : 5215127135
Prodi : S1 Pendidikan Teknik Elektronika NR
Tugas 4 Bahasa Indonesia
Nama : Fikri Ramadhan
No.Reg : 5215127135
Prodi : S1 Pendidikan Teknik Elektronika NR
Tugas 3 Bahasa Indonesia
Nama : Fikri Ramadhan
No.Reg : 5215127135
Prodi : S1 Pendidikan Teknik Elektronika NR
Tugas 2 Bahasa Indonesia
Nama : Fikri Ramadhan
No.Reg : 5215127135
Prodi : S1 Pendidikan Teknik Elektronika NR
Jurnal Bahasa Indonesia
Nama : Fikri Ramadhan
No.Reg : 5215127135
Prodi : S1 Pendidikan Teknik Elektronika NR
Kamis, 20 Juni 2013
Selasa, 11 Juni 2013
Surat Permohonan Izin Penulisan Naskah Jurnal
PERMOHONAN
IZIN PENULISAN NASKAH
ARTIKEL
JURNAL PEVOTE/JURUSAN
Dengan ini, saya
mahasiswa Jurusan Teknik Elektro
. Nama : Fikri Ramadhan
Noreg : 5215127135
Program Keahlian : Pendidikan Teknik Elektronika
Memohon izin penulisan
artikel Jurnal PEVOTE/HAELKA/HAELKO
Judul : Implementasi
Moodle Sebagai Manajemen Pembelajaran Berbasis Web Pada Jurusan Teknik Elektro
Universitas Negeri Jakarta
Karya Alumni : Taufiq Qurochman
Tahun lulus /Semester : 2009/090
Program Keahlian : Pendidikan Teknik Elektronika
Pekerjaan sekarang : Staf administrasi Kemdikbud
|
Jabatan
|
Nama
|
Tanda
Tangan
|
|
Alumni
|
Taufiq
Qurochman
|
Sudah diizinkan melalui via sms
|
|
Pembimbing
I
|
Hamidillah Ajie ,S.Si, MT.
|
belum ditandatangani
|
|
Pembimbing
II
|
Muhammad Yusro , MT
|
Belum ditandatangani
|
|
Dosen
Pemangku
|
Dr. Bambang Dharmaputra M.Pd.
|
Belum ditandatangani
|
Terima kasih atas
kesediaannya dan terlampir naskah artikel jurnal yang dimintakan izin.
Jakarta, 12 Juni 2013
(Fikri Ramadhan)
Jurnal Bahasa Indonesia
IMPLEMENTASI
MOODLE SEBAGAI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAUFIQ QUROCHMAN
Alumni 2009, Program Studi Pendidikan Teknik
Elektronika Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Sekarang Bekerja Di Staf
Adminisrtasi Kemdikbud
HAMIDILLAH AJIE
Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNJ
MUHAMMAD YUSRO
Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNJ
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
UNJ
ABSTRACT
The purpose of this research is to
develop a Moodle implementation modes as web based learning system with LMS
(Learning Management System). This research took place in computer laboratory
in electrical Engineering State University of Jakarta. Moodle implementation
was held in November 2008 to June 2009. By using somme methods such as: on
field observation. On Moodle implementation preparation, then literature study
of Moodle implementation. Such as LMS, and then the last step was Moodle
implementation based on learning system characteristic in Electrical
Engineering, engineering faculty, State University of Jakarta. Moodle (Modular
Object Oriented Dynamic Learning Environment) are web based learning
application system of LMS (Learning Management System) which be able to manage
learning activity.
Kata
kunci : Pembelajaran Berbasis Web, LMS (learning
management system), dan Sistem Moodle.
PROSES BELAJAR MENGAJAR DENGAN DUKUNGAN TIK
Penggunaan
sarana TIK pada proses belajar mengajar yaitu salah satunya dengan memanfaatkan
teknologi internet. Aplikasi search
engine (mesin pencari) dapat digunakan dengan mudah untuk mencari berbagai
informasi dan bahan untuk belajar .
Bentuk aplikasi TIK lainya yaitu E-mail (Elektronik mail), fasilitas E-mail dapat dimanfaatkan untuk mengirim bahan ajar dari dosen ke mahasiswa
atau sebalikya, sehingga mempermudah dosen dengan mahasiswa untuk berkomunikasi
secara tidak langsung untuk membahas masalah yang berkaitan dengan perkuliahan.
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan telah melahirkan
konsep online learning, dimana
proporsi tatapmuka dikurangi dan lebih mengandalkan pada sistem perkuliahan online atau pembelajaran jarak jauh (distance learning). Namun sistem
pembelajaran online masih belum dapat
menggantikan sistem pembelajaran tatap muka. Karena interaksi pembelajaran
secara langsung masih dianggap lebih efektif dan interaktif serta menghasilkan
kualitas yang lebih dapat diandalkan.
Pada metode konvensional kelebihannya adalah adanya
tatap muka yang menyebabkan dosen dapat mengawasi secara langsung kegiatan
mahasiswa dalam proses pembealajaran sedangkan kekurangannya adalah proses
pembelajaran hanya dapat berlangsung jika dosen dan mahasiswa bertemu secara
langsung. Menggunakan metode pembelajaran berbasis TIK keunggulannya sudah
menggunakan teknologi yang modern seperti komputer dan LCD projector, sehingga dapat menambahkan file multimedia dan menampilkan ilustrasi yang lebih menarik. Dengan
menggunakan Moodle keunggulannya dapat diakses kapan dan dimana saja tetapi
kekuranganya dosen tidak mengetahui apa yang mahasiswa kerjakan saat proses
pembelajaran berlangsung. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran pada dasarnya
tidak mengurangi atau menggantikan tanggung jawab seorang dosen. Dosen masih
berperan sebagai penanggung jawab jalannya proses pembelajaran. Sumber-sumber
bahan ajar yang didapat mahasiswa dari internet harus dalam pengawasan dosen.
Pada kesempatan tatap muka, dosen tetap dapat menyampaikan materi pelajaran dengan metode pembelajaran konvensional yang
dikuasianya.
MEDIA
KONVENSIONAL
Proses
belajar didalam perguruan tinggi didukung oleh sarana konvensional antara lain white board yang digunakan untuk menulis
juga sarana lain seperti over haead
projector (OHP) yang digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan bahan ajar
dosen atau presentasi oleh mahasiswa sehingga bahan yang disampaikan dapat
disiapkan sebelum tatap muka dan dapat digunakan berulang kali. Penggunaan
media konvensional di perguruan tinggi mempunyai banyak kelemahan, antara lain
: banyak waktu yang tersita untuk menulis dipapan tulis dan keterbatasan dalam
menampilkan gambar, dosen juga seringkali mempertahankan materi ajar yang telah
lalu dan tidak melakukan perbaikan atau pembaharuan sesuai dengan perkembangan
yang ada. Sistem pembelajaran konvensional hanya mengandalkan sumber bahan ajar
berupa buku, modul dan catatan dari dosen sehingga peran dosen masih sebagai
sumber utama dan mahasiswa terbata dalam pengembangan ilmu dari sumber-sumber
lain. Selain pemanfaatan media konvensional, umumnya perguruan tinggi telah
memanfaatkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai bagian dari
sistem pembelajaran. Pemanfaatan TIK dapat ditemui dalam bentuk laporan tugas
mahasiswa ataupun bahan kuliah dosen yang telah dibuat dengan bantuan aplikasi
pengolah kata atau pun aplikasi presentasi. Internet sebagai media komunikasi
dan informasi dalam jumlah banyak dan terbaru telah menjadi alternatif baru
sebagai sumber bahan ajar. Pemanfaatan internet dapat menjadikan mahasiswa
lebih kreatif dan lebih mandiri dalam kegiatan pembelajaran dan mencari bahan
belajar, pemanfaatan internet juga membuat dosen lebih mudah merevisi bahan
perkuliahannya dari tahun ke tahun dengan tambahan informasi yang didapat dari
internet, sehingga kualitas bahan perkuliahan dosen lebih meningkat .
Moodle
(Modular Object Oriented Dynamic Learning
Environment) adalah sebuah nama apikasi LMS (Learning Manajemen System) yaitu sistem pembelajaran yang mengelola
kegiatan belajar mengajar. Moodle merupakan jenis aplikasi sistem pembelajran
bebasis web, sehingga memungkinkan untuk dapat di akses dari komputer lain yang
terhubung dalam satu jaringan.
BLENDED
LEARNING
Pembelajaran secara online membuat orang mengubah cara pandangnya terhadap cara/arti
belajar. Dengan menggunakan koneksi internet dan protokol jaringan, browser internet telah berhasil
menjembatani manusi untuk dapat saling berbagi dan bertukar informasi yang
sebelumnya tidak dapat dilakukan. Konsep belajar online, kenyataannya senantiasa mengalami perubahan bentuk
mnyesuaikan dengan kondisi yang ada, dengan tujuan sitem pembelajaran online harus memanfaatkan jaringan
komunikasi sosial (social collaborative
network for learning). Terdapat perbedaan besar antara pembelajaran online
dengan pembelajaran konvensional. Chambers (1997) mengidentifikasikan tujuh
karakteristik perbedaan antara pembelajaran online dengan pembelajaran
konvensional.
Salah
satu konsep yang saat ini berkembang adalah konsep blended learning atau juga yang sering dikenal dengan istilah hybrid learning. Graham, et.al merangkum
tiga definisi blended learning
sebagai berikut ;
Combining
instructional modalities (or delivery media) (Bersin & Associates,2003;
Orey, 2002a, 2002b; Singh & Reed,2001; Thomson, 2002)
Combining
instructional methods (Driscoll, 2002; House, 2002; Rossett,2002).
Combining
online and face-to-face instruction (Reay, 2001; Rooney, 2003; Sands, 2002;
Ward & LaBranche, 2003; Young,2002),
Ketiga
definisi di atas, mengisyaratkan makna yang berbeda, definisi pertama
menekankan pada unsur kombinasi media yang digunakan, definisi kedua
menekannkan pada metode instruksional, sedangkan definisi ketiga pada kombinasi
pembelajaran online dan tatap muka.
Definisi diatas menunjukan bahwa konsep blended
learning, merupakan konsep yang terbuka. Perkembangan pemanfaatan TIK dalam
bidang pembelajaran yang senantiasa mengalami perubahan menjadikan konsep blended learning menjadi sebuah istilah
yang banyak dipilih oleh para praktisi pendidikan.
Tabel 1. Perbedaan antara pembelajaran
konvensional dengan Online
|
Pembelajaran
Konvensional
|
Pembelejaran Online
|
|
a.
Sumber terbatas
|
a.
Sumber tidak terbatas
|
|
b.
Real time
|
b.
Bergantian: langsung dan tidak langusng
|
|
c.
Terpusat pada satu pengajar
|
c.
Banyak pengajar (tidak terpusat)
|
|
d.
Monoton pada suatu media
|
d.
Menggunakan banyak media
|
|
e.
Terdapat penyaringan sumber belajar
|
e.
Sumber belajar bebas
|
|
f.
Sumber informasi bersifat statis
|
f.
Sumber informasi bersifat dinamis (aktual)
|
|
g.
Teknologi konvensional
|
g.
Memanfaatkan teknologi yangberkembang
|
LMS
(Learning Management System)
Learning management system adalah
aplikasi teknologi TIK yang mampu mengelola serta memproses kegiatan
pembelajaran seperti menyimpan, mengelola, dan medistribusikan berbagai
informasi pendidikan seperti materi pekuliahan, jadwal kuliah, pengumuman dan ujian/tes
secara online .
LMS mengelola seluruh data dalam
bentuk digital. Penggunaan data digital ini memberi kemudahan LMS dalam
melakukan pengelolaan kegiatan pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran
dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien.
LMS dilengkapi dengan sejumlah tools untuk membantu para operator dalam
pengontrolan dan mengembangkan suatu web
portal pada suatu lembaga/institusi pendidikan. Selain tools untuk pengontrolan web,
LMS juga menyediakan tools yang
membantu pada penyelenggaraan pembelajaran, misalnya sarana untuk upload tugas, forum diskusi online, chatting, penyelenggaraan
kuis/ujian online dan berbagi materi
pelajaran.
MOODLE
a.
Konsep Dasar dan Perkembangan Moodle
Moodle (Modular object oriented Dynamic Learning Environment) merupakan
salah satu jenis LMS, LMS yang bersifat open
source. Moodle saat ini merupakan LMS yang sangat populer, yang telah
digunakan oleh universitas, lembaga pendidikan, bisnis dan instruktur
individual yang ingin menggunakan teknologi web untuk pengelolaan kursusnya
(Jason Cole, 2005). Moodle telah teruji dibanyak negara, dan telah digunakan
oleh 150.000 institusi/ lembaga pendidikan didunia.
Moodle pertama kali dirintis oleh
Martin Dougiamas yang selanjutnya menjadi pemimpin tim pengembang Moodle. Sekitar
tahun 90-an Martin mengembangkan Moodle karena Martin mengalami kesulitan
menggunakan WebCT. WebCT merupakan salah satu jenis LMS yang bersifat komersial
(berbayar). Martin berkomitmen untuk terus mengembangkan Moodle dan tetap
menjaganya bersifat open source. Salah
satu alasan Martin tetap menjaga Moodle bersifat open source karena tidak semua lembaga/institusi pendidikan mampu
untuk membeli software yang sejenis dengan Moodle.
Moodle merupakan paket aplikasi
yang berguna untuk membuat dan mengadakan kursus/pelatihan/pendidikan yang
berbasis web. Moodle termasuk software yang berlisensi GPL (General Public License) atau yang lebih
dikenal open source. Artinya meskipun
Moodle memiliki hak cipta, Moodle tetap memberikan kebebasan bagi para
penggunanya untuk menyalin, menggunakan, dan memodifikasinya. Moodle tetap
menjaga keamanannya, agar dapat memanfaatkan fasilitas Moodle, peserta didik
harus mempunya akun lalu masuk (login)
sebagai situs pembelajaran berbasis Moodle.
Fitur-fitur pada Moodle
1) Modul
Bahan Ajar
Modul bahan ajar berfungsi sebagai sarana untuk
memberikan bahan-bahan ajar yang berkaitan dengan perkuliahan dari pengajar
kepada mahasiswa. Moodle tealh mendukung berbagai bentuk file multimedia, format dokumen misalnya: Ms Word, Ms PowerPoint, Ms
Exel dan PDF. File multimedia yang
dapat didukung Moodle misalnya: flv, wmf, mpg, mov, mp3, dan avi. Pengajar
dapat memberikan link agar peserta
didik dapat membuka halaman website yang
terkait dengan perkuliahan.
2) Modul
kuis
Berfungsi untuk meberikan pertanyaan-pertanyaan
kepada mahasiswa sehingga pengajar dapat mengetahui kemampuan mahasiswanya.
Pengajar dapat membuat database pertanyaan
agar dapat dikelompokan dalam satu folder
yang bertujuan untuk memudahkan akses. Kuis pada Moodle dapat melakukan
penilaian secara otomatis. Pertanyaan serta jawaban kuis dapat diacak. Modul
kuis dapat mendukung beberapa bentuk pertanyaan seperti pilihan ganda dan isian
dengan jawaban singkat.
3) Modul
penugasan
Modul penugasan memiliki fungsi sebagai sarana
mnegumpulkan tugas dalam bentuk file. Peserta didik dapat meng-upload penugasan yang tealah dikerjakan
kedalam server Moodle.
4) Modul
forum
Modul forum berfungsi sebagai sarana diskusi yang
biasanya membahas tentang suatu topik. Forum diskusi dapat dikelompokan sesuai
dengan tema apapun berdasarkan waktu dari awal hingga terakhir perkuliahan,
sesuai dengan konfigurasi yang diterapkan.
Moodle dapat bekerja bila didukung oleh beberapa
aplikasi tambahan yaitu, Apache berfungsi sebagai web server, MySQL sebagai pengelola databasenya serta PHP sebagai
bahasa pemograman webnya. Seperti pada jaringan komputer pada umumnya, pada web
juga terdapat istilah web server dan web client. Web server mempunyai fungsi sebagai penyedia layanan dalam bentuk
data yang dimilikinya, kemudian dikirimkan kepada web client atas permintaan sendiri. Gambar arsitektur web serverditunjukan pada gambar 1.

Gambar
1. Arsitektur Web Server.
b. Penggunaan
Moodle Pada Jaringan Lan (Local Area Network).
Computer network
atau jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang saling berhubungan
sehingga memnungkinkan untuk terjadinya
komunikasi antara komputer-komputer tersebut. Dengan terjadinya komunikasi maka
memungkinkan pula untuk terjadinya pertukaran data atau file.
Agar komputer satu dengan komputer lainnya dapat
terhubung memerlukan kartu jaringan atau yang lebih dikenal sebagai LAN
card/NIC (Network Interface Card).
Makin berkembangnya teknologi jaringan komputer, menjadikan keberadaan NIC
telah menjadi standar wajib pada komputer, baik komputer server, komputer dekstop, maupun laptop.
LAN (Local
Area Network) adalah sekumpulan jaringan komputer dengan ruang lingkup yang
kecil, misalnya raung kantor atau laboratorium komputer. Penggunaan LAN
bertujuan agar komputer dapat saling berbagi sumber-sumber hardware maupun software.
LAN mempunyaibeberapa sifat umum, yaitu :
1.
Memiliki kecepatan transfer data yang tinggi.
Dengan kecepatan transfer data yang tinggi ini cocok untuk memindahkan data
dengan ukuran file yang paling besar.
2.
Dapat berbagi sumber daya
Berbagi sumber daya (share hardware and software) maksud nya adalah dengan media
jaringan komputer memungkinkan untuk saling berbagi sumber daya baik yang
berbentuk hardware maupun software dari komputer satu dengan
komputer yag lainnya.
3.
Dapat mengakses ke LAN lain atau WAN
LAN merupakan
jaringan komputer dalam skala kecil, sedangkan WAN (Wide Area Network) adalah jaringan kompter dalam skala yang lebih
besar dan WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN.
4.
Dapat dikelola secara terpusat.
Dengan menggunakan LAN pada pengoperasian komputer
dapat dikontrol secara terpusat, hal ini dilakukan melalui komputer server
dengan menggunkan metode client-server.
PENERAPAN
MOODLE
Proses
penerapan LMS Moodle dilakukan di jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri
Jakarta dilakukan melalui sejumlah tahapan. Tahapan pertama adalah pengamatan
lapangan terhadap kesiapan implementasi Moodle, meliputi kesiapan infrastruktur
dan kesiapan komptensi TIK. Tahapan selanjutnya adalah tahapan studi literatur
tentang karakteristik Moodle sebagai sebuah LMS. Tahapan terakhir adalah
tahapan implementasi Moodle berdasarkan karakteristik sistem pembelajaran di
jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta.
Lebih rinci tahapan proses penerapan LMS
Moodle dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Persyaratan
daya dukung infrastruktur TIK dan persayaratan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Moodle dapat diimplementasi dengan menggunakan
sebuah komputer yang dapat dijadikan sebagai server, beberapa komputer client
dan jaringan komputer LAN sederhana. Moodle tidak memerlukan komputer
berspesifikasi perangkat keras yang tinggi, sehingga Moodle dapat
diimplementasi pada laboratorium komputer yang sederhana.
Karakteristik Moodle yang bersifat user friendly, menjadikan Moodle tidak
menuntut kompetensi TIK yang tinggi bagi penggunanya, dalam hal ini dosen dan
mahasiswa. Pengamatan dilakukan terhadap
kemampuan dasar TIK pada dosen dan mahaiswa seperti kemampuan
menggunakan perangkat lunak aplikasi perkantoran, ataupun penggunaan layanan
internet untuk mencari informasi.
2.
Studi karakteristik dan fitur-fitur
Moodle.
Implementasi sebuah learning management system disebuah lembaga pendidikan tinggi yang
telah berjalan lama, harus menyesuiakan dengan kondisi yang ada. Moodle sebagai
sebuah learning management system memeliki
sebuah karakterisitik dan menawarkan sejumlah fitur.
Study
karakteristik dan fitur-fitur Moodle, dilakukan dalam rangka menghasilkan
beberapa langkah-langkah implementasi Moodle agar dapat berjalan efektif.
Karakteristik Moodle yang perlu dipahami diperlukan dalam rangka
keberlangsungan implementasi Moodle dan penyesuain terhadap metodologi
pembelajaran yang ada. Fitur-fitur Moodle perlu dipahami untuk dapat
disesuiakan dengan dukungan kemampuan pengguna Moodle serta mengatur
langkah-langkah persiapan peningkatan kemampuan pengguna Moodle.
3.
Implementasi Moodle pada sebuah server.
Moodle akan diinstal pada server IBM System x3400 yang berada pada laboratorium Komputer
jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Agar dapat bekerja dengan
baik IBM System x3400 perlu dilengkapi dengan paket sistem web server. Paket tersebut terdiri dari sebuah perangkat lunak web server, perangkat lunak database server dan perangkat lunak
pemrograman skrip web .
Saat ini ketiga jenis perangkat lunak tersebut yang
populer dan dapat mendukung sistem Moodle masing-masing adalah ; Apache web server, database server MySQL dan
pemrograman PHP. Ketiga perangkat lunak yang besifat free, open source ini
dikemas dalam sejumlah paket. Salah satu yang terpopuler adalah Xampp versi
1.7.0
Setelah paket Xampp terinstal maka sistem Moodle
akan diinstal. Setelah sistem Moodle terinstal dilakukan pengujian untuk
melihat keberhasilan instalasi Moodle. Pengujian yang dilakukan diantaranya
adalah pendaftaran sejumlah user dan matakuliah, akses sistem Moodle dari
kompuetr client.
4. Penempatan
Matakuliah Pada Sistem Moodle.
Implementasi mata kuliah pada sistem Moodle
dilakukan pada sejumlah mata kuliah yang pada prakteknya telah memiliki
sejumlah bahan ajar dan bahan evaluasi dalam bentuk digital. Mata kuliah yang
akan diujicobakan pada Moodle yaitu Sistem Mikrokontroller, Pemrograman
Komputer dan Rangkaian Logika. Implementasi dilakukan dengan menerapkan
sejumlah fitur-fitur seperti; modul
bahan ajar, penugasan dan kuis. Setiap fitur yang digunakan diujicoba dengan
cara menjalankannya secara bersamaan dari sejumlah komputer client .
Adapun perancangan dan implementasi
Moodle :
1. Menentukan
kebutuhan hardware yang dibutuhkan aplikasi Moodle.
Tahapan pertama untuk mencari informasi tentang
kebutuhan hardware, proses penentuan
kebutuhan hardware dilaksanakan untuk
memastikan aplikasi Moodle dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan sarana
infrastruktur yang telah dimiliki oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas
Negeri Jakarta.
2. Instalasi
Xampp
Menginstalasi Xampp, agar pada komputer server
terinstalasi Apache, PHP dan MySQL, sehingga web server dapat memenuhi permintaan dari client nya .
3. Instalasi
Moodle
Setelah instalasi Xampp maka langkah selanjutnya
instalasi Moodle serta sinkronisasi dengan Apache dan MySQL. Agar kedua
aplikasi tersebut dapat berjalan sesuai fungsinya masing-masing.
4. Perancangan
dan konfigurasi serta desain website.
Rancangan dibuat agar dapat mempermudah konfigurasi website sesuai dengan keinginan.
Pengaturan hak akses user serta
penambahan pengaturan mata kuliah pada web,
Moodle didesain untuk dapat dikelola bersama-sama.
5.
Pengaturan content-content website.
Didalam website
dapat ditambahkan materi atau sumber belajar yang bertujuan agar pelajar dapat
langsung men-download materi ajar
yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diikuti.
Hasil Penelitian Fasilitas Tik Di Jurusan Teknik
Elektro .
1. Hasil
umum infrastruktur TIK Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta.
Hampir semua ruang kelas pada Jurusan Teknik Elektro
Universitas Negeri Jakarta telah difasilitasi dengan sebuah komputer, LCD projector dan layar penampil gambar.
Selain itu dilengkapi juga dengan wireless,
sehingga setiap lantai telah dipasang hotspot
yang berfungsi agar mahasiswa dapat mengakses internet.
2. Infrastruktur
TIK Laboratorium Komputer.
Laboratorium Jurusan Teknik Elektro Universitas
Negeri Jakarta memiliki 20-25 desktop
computer yang digunakan untuk perkuliahan, juga memeliki satu komputer server dan jaringan komputer yang
terkoneksi dengan intenet.
Dengan dukungan sarana TIK yang memadai Jurusan
Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta telah siap mengimplementasi Sistem
Moodle pada sistem jaringan lokal laboratorium komputer.
Dengan dukungan terhadap konsep blended learning, kondisi sistem pembelajaran yang ada, serta
kompetensi TIK di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta,
implementasi Moodle dilakukan secara bertahap. Penyusunan strategi pengembangan
Moodle perlu dilakukan secara seksama untuk menghasilkan sebuah sistem
pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan keterbatasan ruang dan waktu
yang ada.
Moodle yang bersifat open source, menyebabkan kemungkinan pengembangan yang terbuka
sebagai learning management system di
Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Moodle, selain berfungsi
sebagai alat bantu perkuliahan juga dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan
penelitian bagi Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta sebagai
sebuah lembaga pendidikan tinggi dibidang pendidikan kejuruan.
KESIMPULAN
Moodle telah berhasil diterapkan pada Laboratorium
Komputer Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Menggunakan
komputer server IBM System x3400
sebagai server Moodle dan dapat
diakses oleh 20-25 komputer client yang
terdapat pada Laboratorium Komputer Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri
Jakarta
Moodle mendukung konsep blended learning, sehingga mudah disesuaikan dengan kondisi Jurusan
Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Implementasi Moodle dapat
dikembangkan untuk skala yang lebih besar, misalnya tingkat Fakultas maupun
tingkat Universitas, atau dapat juga dikembangkan dalam rangka meningakatkan kemandirian
mahasiswa dalam proses belajar. Untuk dapat membangun Moodle dalam skala besar,
implementasi dapat dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal implementasi
Moodle sebagai penunjang perkuliahan tatap muka.
Sistem pembelajaran Moodle dapat dikombinasikan
dengan metode pembelajaran lainnya. Moodle dkombinasikan dengan
metodekonvensional sehingga dapat menjadi panduan yang cocok untuk implementasi
pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta.
Moodle dapat diimplementasi secara bertahap. Jika ingin
diterapkan secara menyeluruh, sebaiknya sistem Moodle memiliki petugas khusus.
Seorang administrator diperlukan sebagai penanggung jawab jalannya
sistem Moodle dan seorang operator berfungsi untuk mengoperasikan dan
memelihara sistem Moodle, sekaligus membantu dosen yang memilki keterbatasan
kompetensi TIK.
SARAN
Pengembangan lebih lanjut melalui penelitian yang
menyeluruh terhadap implementasi Sistem Moodle learning management system dalam rangka peningkatan kualitas
pembelajaran Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta.
DAFTAR
PUSTAKA
Bonk,
C.J. and Graham C.R Handbook of Blended Learning. San Francisco, CA: Pfeiffer
Publishing, 2003.
Dabbagh, Nada
and Brenda Bannan Ritland Online
Learning: Concept, Stategies and Application. Pearson Education, Inc: New
Jersey,2005.
Cole, Jason dan
Helen foster, Using Moodle Second
Edition. United State of America: O’Really Media.2008.
Graham, C.R.,
Allen,S., dan ure, D.Benefits ang
challenges of Blended Learning Environments. Encyclopedia of Information
Science and Technology I-V. Hershey, PA: Idea Group Inc,2003.
Ibrahim, Ali. Cara Menbuat Website Dinamis Menggunakan
Xampp.Yogyakarta: Noetekno,2008.
Setyo Prasetyo,
Kukuh. Membangun E-Learning Dengan
Moodle. Yogyakarta: Andi, 2005.
Langganan:
Komentar (Atom)